PERLAHAN BELAJAR
Perlahan belajar….
Semuanya keterampilan pasti
memerlukan waktu untuk dapat menguasainya. Tidak terlepas dari keterampilan
diri menjadi seorang pemimpin di dalam sebuah komunitas dan juga lingkungan.
Lebih-lebih keterampilan ini akan berpengaruh besar ketika menjadi pemimpin
dalam sebuah keluarga.
Kita laki-laki adalah pemimpin,
terlebih selemah-lemahnya pemimpin untuk diri sendiri. Untuk menjadi pemimpin
memang tidaklah mudah, sudah sewajarnya ketika kita menjadi pemimpin akan
banyak hal yang menjadi tanggungjawab kita. Apapun itu, segala sesuatu yang
kita punya kendali atasnya. Kita bertanggungjawab terhadap setiap detail
kesalahan yang terjadi. Demikianlah hakikat sederhana peranan pemimpin.
Tentunya, menjadi kepala keluarga
atau seorang ayah sekaligus suami tidaklah mudah. Banyak hal yang akan menjadi
tanggungjawab dan perhatian kita atas keluarga. Baik itu dari persoalan
sederhan hingga persoalan dapur rumah kita yang bertanggungjawab memenuhinya.
Nah, sedangkan istri kita berada dibawah kendali dan pengaruh kita. Sekaligus
yang akan menjadi mitra dan asisten kita sepanjang hayat dalam mengarungi
bahterah rumah tangga.
Ini bukan persoalan mudah dan
tidak pula susah. Hanya saja ini persoalan yang rumit untuk dihadapi,
salah-salah maka akan berdampak luar biasa. kita perlu belajar dalam membinan
sebuah keluarga, mungkin kita perlahan bisa belajar dari bagaimana ibu dan ayah
dirumah mengelolah rumah tangga, termaksud kita di dalamnya.
Sebanarnya, kita sudah punya
model yang baik untuk belajar. Yah, tentu keluarga kita saat ini adalah media
yang tepat untuk belajar. Bahkan akan menjadi pembelajaran yang berharga jika
kita bisa mengamati dan mengambil setiap celah di dalamnya sebagai ilmu dan
pengetahuan menjelang hidup dan membangun keluarga sendiri.
Tak perlu tergesa-gesa. Kita bisa
belajar perlahan-lahan bagaimana ayah dan ibu kita menjalani kisah cintanya.
Kita bisa mengadopsi sedikit banyaknya bagaimana keduanya mengikat dan membagi
kasih sayangnya.
Kita bisa perlahan belajar dari
ayah dan ibu kita. Sedikit banyaknya keluarga yang akan kita jalani tidak jauh
berbeda baik kondisi dan suka dukanya seperti keduanya jalani.
J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar