setting

My Story : ARDILES: Setulus Jiwa

Setulus Jiwa

SETULUS JIWA
By. Ardiles
Setulus jiwa,

Siapa saja bisa mencinta, siapa saja dapat mengasihi dan siapa saja dapat menaruh hatinya di setiap hati yang ia inginkan. Kadang, dan kadang kita lupa mencintai itu mudah sekali, tapi mengatakan kata cinta itu tak semudah merasakannya. Menjaganya bahkan tak semudah mengatakan kata cinta, menjaganya kadang membuat kita lupa dan lalai bahkan hanyut hingga lupa kepada pemilik-nya, maka biarlah pemilik-nya menjaga dan menyuburkannya. Cinta yang dalam menghujam ke dalam sendi-sendi mimpi dan kehidupan. Sungguh' dan sungguh jangan menyerah jika ingin mencintai, mencintailah sampai batas kehidupan menghentikan langkah, menghentikan tarikan nafas.
Terus mencinta dan jangan pernah berputus asa mencintai dan mengapai cinta rabb. Demi allah, semakin baik ibadahnya, semakin tinggi ilmunya maka semakin banyak amalannya dan semakin jujur dan penuh keimanan hatinya. Dan cintanya sungguh cintanya tiada dua dan cinta begitu kuat, menyejarah dan menenangkan jiwa karena cintanya pemilik cinta yang maha hidup dan kekal, cintanya penuh ketakutan dan keimanan. Insya allah, ayah dan bunda.
Hati ini, hati yang terbentuk dari segumpal darah, darah yang lalu menjadi daging, yang apa bila ia baik, maka baiklah seluruhnya, dan apabila hati ini berdusta, berdusta dalam menghadirkan cinta di hati maka sungguh itu tak akan pernah terjadi. Jadilah kuat, belajar untuk benar-benar menjadi kuat, penyabar dan benar-benar bermimpi mereguk cinta-nya yang hakiki. Belajarlah melengkapi saat jauh, saat hati bertolak, saat hati mulai gelisah. Dan saat keraguan mulai merasuk dan dilemanya mulai menghancurkan sendi-sendi kepercayaan dan keyakinan, maka topangkan semuanya kepada rabb yang menghadiahkan rasa, menguji hati dan mentautkan hati hingga ia mekar, merona dan tumbuh menghadirkan benih-benih cinta lainnya yang semakin membuat hati berbunga, gemuruh dan bahagia tak terperihkan.
Sungguh, belajar menjaga hati, menjaga pandangan dan menjaga amalan. Berharap sang pemilik cinta menuangkan segenap anugrah cinta-nya. Indahnya cinta, indahnya dunia, indahnya berbagi dan indahnya saling mengasihi. Detik ini adalah detik baru, sebagai seorang laki-laki belajar berkomitmen, belajar konsisten dengan ucapan dan janji, sungguh tak akan ada yang pernah menghargainya jikalau bukan orang yang kita cintai dan mencintai kita. Belajar setulus jiwa, setulus hati yang membeku cinta di dalamnya, namun begitu hangat dalam naungannya.
Ya Rabb, sungguh cinta-mu tiada tabir yang membatasinya, cintamu dekat dan menghidupkan. Sungguh jauh dari erangan, jauh dari jangkauan dan tak nampak oleh mata. Tapi, cukuplah tabir pembatas yang menjadi penghalang yang menyekat jasad namun tak akan pernah dapat menyekat hati segala rasa yang tumpah dan tertuang di dalamnya.

Cinta, oh cinta....
Sederhana sekali untaian kata cinta. Sungguh, semua tak sesingkat dan sesederhana zahir atau fisik yang nampak oleh mata, sungguh, tua ataupun muda atau umur yang panjang dan lamanya hidup tak menjamin kedewasaan seseorang. Sungguh, banyaknya beribadah dan lamanya tak akan menjamin kualitas keimanan seseorang. Sungguh, jauh atau dekat seorang yang mencintai seorang lainnya tak menjamin ketahanan cintanya. Sungguh, hidup yang banyak merenung dan banyak mengambil hikmah dan pelajaran akan mendewasakan jiwa, hati dan pemikiran. Sungguh, ibadah yang diiringi dengan amalan dan ilmu akan membuat kualitas keimanan seseorang semakin dekat dengan rabbnya dan menenangkan kehidupannya. ungguh, hanya cinta dan pribadi yang dewasalah yang akan membuat cinta itu tumbuh dan bertahan, memupuknya dengan ketulusan jiwa dan pengharapan doa kepada Allah swt.

3:05 pm, 17_7_13 lagi magang, di kantor dpka, balai kota, walikota kota padang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © My Story : ARDILES Urang-kurai