KNOW YOUUR SELF
Know
Your Self
“Barang
siapa yang mengenal dirinya, ia akan sibuk untuk memperbaiki diri daripada
sibuk mencari-cari aib dan kesalahan orang lain (Ibnu Qayyim)”
Banyak orang yang tidak
mengenal dirinyan sendiri, bahkan ia terlalu sibuk untuk mencari tahu tentang
orang lain. Bagaimana tidak, kita kadang terlalu sibuk mencari-cari kesalahan
dan kelemahan orang lain. Dan kadang kita lupa untuk mengenal dan mengetahui
tentang keadaan diri kita sendiri.
Saat kita gagal dalam
suatu keadaan, ntahkah dalam sebuah ujian, usaha dan mengapai cita-cita. Memang
tidak mudah menerima kegagalan yang kita alami. Saat kita mengalami kegagalan,
kita berusaha mencari pembenaran diri dan mencari kelemahan orang laing.
Mencari-cari keselahan orang lain memang mudah. Tapi, untuk mencari kelemahan
dan kesalahan diri sendiri tidaklah mudah untuk dilakukan dan juga kita terima.
Mengetahui dan mengenal
diri sendiri adalah sebuah keharusan, ketika kita telah mengenal diri sendiri.
Maka, mudah saja bagi kita untuk melakukan segala hal dan sesuatu yang menjadi
tujuan hidup kita. Kadang kita ingin melakukan dan mencapai sesuatu namun kita
tidak pernah mampu mencapai hasil yang maksimal.
Kala kita sudah
mengenal diri sendiri, maka saat itu pula kita akan mengenal dan memahami
potensi dan bakat diri yang kita miliki, kita bisa mengenal dan mengetahui
kelemahan dan kelebihan diri. Maka, takala kita ingin berbuat dan meraih sebuah
impian akan jauh lebih muda bagi kita meraihnya. Karena kenapa? Karena kita
sudah mengenali diri kita sendiri.
Jadi, jangan heran jika
hari ini kita temuai. Banyak orang-orang disekeliling kita, yang tidak memiliki
tujuan jelas dalam hidupnya. Melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat dan tidak
ada gunanya bagi dirinya. Namun, ia terlalu sibuk dengan kegiatan-kegiatan yang
hanya memberikan kesenangan semu, sementara. Maka, inilah contoh orang-orang
yang tidak mengenal dirinya sendiri, ia tidak mengenal kelebihan dan kekurangan
dirinya, bahkan yang lebih ekstim ia tidak mengenal dan mengetahui apa tujuan
dan cita-cita hidupnya. Pada akhirnya ia terombang-ambing dalam menjalani
hidupnya, berjalan tanpa arah dan tujuan yang bermakna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar